Fire Triangle Jadi Kunci Edukasi Damkar di TMMD Reguler ke-128 Kodim Purbalingga
PURBALINGGA – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga penguatan kapasitas warga dalam menghadapi potensi bencana.
Kegiatan penyuluhan pemadaman kebakaran digelar di Balai Desa Kasih, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga, Senin (27/4/2026).
Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Purbalingga, Arif Wahyudi Dwi Nugrahanto, S.H. selaku Kasi Damkar.
Dalam penyampaian materi, Arif menegaskan bahwa kebakaran merupakan kejadian api yang muncul tidak pada tempatnya, baik dalam skala kecil maupun besar, yang dapat menimbulkan kerugian material hingga korban jiwa apabila tidak ditangani dengan benar.
“Api pada dasarnya adalah hasil reaksi kimia yang melibatkan unsur-unsur tertentu. Kebakaran bisa dicegah jika masyarakat memahami faktor penyebabnya sejak awal,” ujarnya.
Salah satu materi utama yang ditekankan adalah konsep fire triangle/segitiga api, yakni oksigen, bahan bakar, dan sumber panas. Menurutnya, api tidak akan terbentuk apabila salah satu dari tiga unsur tersebut dihilangkan.
“Fire triangle/segitiga api ini adalah dasar yang wajib dipahami. Kalau kita bisa memutus salah satu unsurnya, maka api bisa dicegah atau dipadamkan,” tegas Arif.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan instalasi listrik rumah tangga secara berkala, idealnya setiap 10 tahun, guna mencegah potensi korsleting yang kerap menjadi penyebab utama kebakaran.
Arif turut menjelaskan bahwa api memiliki empat klasifikasi, yaitu api padat, cair, listrik, dan logam, yang masing-masing memerlukan metode pemadaman berbeda. Kesalahan dalam penanganan dapat memperburuk kondisi kebakaran.
Dalam kesempatan tersebut, Damkar juga memperkenalkan berbagai media pemadaman api, mulai dari alat tradisional seperti kain tebal, pasir, dan air, hingga penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang lebih efektif untuk penanganan awal.
Ia juga menyoroti bahaya gas di ruang tertutup yang tidak berbau, tidak terlihat, dan tidak berasa, namun dapat mengisi ruangan dan berpotensi menimbulkan ledakan apabila tidak memiliki ventilasi yang baik.
Kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pemadaman api sederhana oleh peserta, sebagai bentuk edukasi lapangan agar masyarakat lebih siap menghadapi kondisi darurat kebakaran.
Sementara itu, Ketua Pemuda Desa Kasih Kecamatan Kertanegara Falih, mengapresiasi terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai materi yang diberikan sangat bermanfaat dan menambah wawasan masyarakat.
“Edukasi ini sangat menambah pengetahuan kami. Banyak hal yang sebelumnya tidak kami ketahui terkait pencegahan dan penanganan kebakaran. Ini sangat penting untuk keselamatan warga,” ungkapnya.
Melalui kegiatan TMMD Reguler ke-128 ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi kebakaran semakin meningkat, sehingga tercipta lingkungan desa yang lebih aman, tanggap, dan siap menghadapi potensi bencana. (RP)

Komentar
Posting Komentar